Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

22/02/12

cerita cinta

hidup terlalu singkat untuk berbicara cinta
seperti cerita cinta aku dan kamu
kau tlah pergi,
pergi tanpa pesan terahkir
saat kau langkahkan kakimu tuk tinggalkan aku

ada yang hilang dalam hari-hariku
saat tak bersamamu lagi
kau selalu ku kenang dan selalu ku ingat dalam hatiku

saat langkah kakimu tinggalkan aku
dan kau pergi jauh untuk selamanya
hingga bayanganmu pun tak mampu ku lihat lagi
kini kau telah pergi jauh untuk selamanya

akankah kita berjumpa lagi

-timur-

04/05/11

Nasehat Paling Berharga Dari Mendiang Charlie Chaplin Kepada Putrinya

siapa yang tak kenal dengan Charlie Chaplin, dia adalah seorang aktor komedi inggris multi-talent yang sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih.


Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.


Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.


Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.
Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.
Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film. 



Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin
Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.

Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.

Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.

Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.

Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.

Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.

Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.

Aku juga merasakan bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.

Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.

Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.

Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".

Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.

Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.

Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.

Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.

Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.

Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.....

Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.

Dan aku akhiri suratku ini dengan,

"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".
Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini. 

Sebuah pesan terakhir dari sang Ayah yang mengingatkan putrinya untuk senantiasa berbagi dan rendah hati, karena tidak semua orang memiliki nasib seberuntung anaknya.

23/12/10

DEMENTOR DI SEKITAR KITA

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tahu tentang Dementor.Buat yang ga tau, digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampai bisa jadi putus asa.

Ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi.Kalo di cerita Harry Potter, Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah kita di kantin, berdiri di belakang kita waktu ngantri loket, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan "BOSS".

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb, dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Jadi... Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor? Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak kita mengeluh, semakin kita benci sama diri sendiri. Semakin kita benci sama diri sendiri, kita semakin yakin bahwa diri kita nggak berguna. Semakin kita yakin diri kita nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor Sejak Dini

Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

  • Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya. Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya 'seru' dan 'hore' jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.
 Contoh:
"Eh si X baru beli HP lho!" kata seseorang."
"Oh ya, apa merknya?" sambut yang lain antusias."
"Sony Ericsson, kalo nggak salah"
Si Dementor akan ngomong : "Sony Ericsson?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor.
Nih Saya pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya...blablabla... mana harga jualnya cepet jatuh... blablabla... mau beli lagi nggak ada duit... blablabla... apa-apa sekarang mahal... blablabla... gaji nggak naik-naik..." Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, yaitu tadi: ngedrop.

  • Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya. Kalo mau dibilang sebagai 'bakat',  memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

 Contoh:
"Saya kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya... udah gitu keliatannya baik, lagi."
"Iya, Saya juga pernah ketemu. Dia juga setia lho..."
"Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu."
"Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?"
"...kalo tidur pasti ngorok kaya babi," kata sang Dementor merusak suasana.
  • Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.
 Contoh:
"Hai, Saya denger abis pindah rumah ya?"
"Iya nih, biasa... pinjeman dari kantor..."
"Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. Saya dong masih ngontrak mulu..."
"Oh..."
"Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas,gimana mau nabung buat beli rumah?"
"Ehm... tapi..."
"Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya... Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak..."
"Eh... permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?"
 

  • Dementor gemar mematikan semangat orang lain.Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan

 Contoh:
"Saya mau coba bisnis baru nih!"
"Bisnis apa?"
"Jualan baju anak-anak"
"Yahhh... hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di mall sebelah yang jualan baju udah segambreng?"
"....tapi koleksi Saya unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!"
"Alaaah... unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!"
"Euh... Saya juga berencana ngikutin perkembangan tren lho..."
"Emangnya lu kira gampang? Saya pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang..." dst dst dst.
 
Kiat Menghadapi Dementor

Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat kalian menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah pergi jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Singapore kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular!


Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut.
Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.


  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari Saya.
  •  Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil Saya.
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Saya nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak.
  • Saya nggak tau Saya ingin jadi apa.
  •  Saya benci sama kantor Saya, tapi kalo Saya resign nanti nggak ada kantor lain yang maunerima.
  •  Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat atasan, pasti.
  • Dari dulu memang Saya ditakdirkan apes.
  • Saya nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain.
  • Orang tua Saya asal-asalan nyekolahin Saya, makanya Saya jadi kaya gini sekarang.
  • Saya nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik.
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup Saya, sih.
  • Percuma Saya kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja.
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Saya boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo Saya stress.
  • Saya udah ketuaan untuk nyoba hal-hal baru.
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin Saya.
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran Saya, yang ada emak Saya nodong mulu buat beli beras.
  •  Kalo ada orang baik sama Saya, pasti ada maunya.
  • Boss muji Saya? Pasti dia salah orang.
  • "7 Habits"-nya Steen Coey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini.
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi Saya yang jelek begini.
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.


 Pesan Bagi Para Dementor

Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang.
Jadi, wahai para Dementors, sebenernya kalian adalah manusia sukses!!!

Karena untuk mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang itu nggak gampang, lho.

15/10/10

dendam dan memaafkan

Secara pribadi, saya mohon maaf atas salah dan dosa saya yang mungkin disengaja atau tidak, secara langsung atau pun tidak langsung, baik dari perkataan, maupun perbuatan. Mohon di maafkan yah...

Dalam kesempatan kali ini, Saya mau membahas pentingnya memaafkan dan meminta maaf.... namun kali ini dari sudut dendam yang membuat kita susah sekali untuk memaafkan.

Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan `bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan.

Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam?

Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu: perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan. Mari kita bahas, satu demi satu.

Pertama, perbuatan orang lain kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau. Misalnya dengan mengatakan; “Maaf Mas, kalau mau merokok jangan diruangan ber-AC seperti ini dong….” Apakah orang itu akan berhenti, atau pindah ketempat terbuka, atau memasabodohkan perkataan anda; itu diluar kuasa anda. Bahkan, sekalipun anda seorang atasan; anda hanya bisa mengatakan; “Optimalkan jam kerjamu.” Atau “Lakukan kegiatan ekstra untuk perusahaan.” Atau “Jangan terlambat masuk kerja.” Anda bisa melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka sendiri, tetapi dimata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain; anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi ‘will’ seseorang. Mengapa? Karena, ‘kehendak’ adalah hak setiap manusia. Dan seperti yang kita tahu; ada orang yang mampu mengarahkan kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang sebaliknya.

Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan ’sakit sekali hati ini’. Namun, bisakah anda menemukan dimanakah letaknya rasa sakit hati itu? Dibawa kerumahsakit pun tidak akan membantu anda menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa? Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan membawanya masuk kedalam hati kita. Seandainya kita tidak mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan merasakannya.

Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan tindakan orang lain; melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa; namun, anda tidak mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang- tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan- kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, dilingkungan anda terbentuk opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak, jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak seperti yang mereka katakan; maka itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada baik atau buruknya diri anda. So what?

Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat; kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti anda bunuh diri. Jadi, melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.
Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat; pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.

Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu satu hal penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi dendam; maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa; ‘kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam’. Oleh karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu, selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf; kita akan terbebas dari sesuatu yang kita sebut sebagai ’sakit hati’ itu. Kita juga bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini. Jadi, perlukan membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita?

Wahai Sohibku, ternyata begitu tersiksanya dan bahkan menyakitkan ketika kita punya dendam yang bisa merusakan seluruh tatanan hidup kita, mulai dari mental, spiritual bahkan fisik kita.... Hanya dengan memaafkan kita bisa mencapai kualitas jauh lebih baik yang bisa membebaskan diri kita dari amukan dendam yang bisa jadi mengambil masa depan kita ke arah yang sangat buruk.

Selamat membebaskan diri dari dendam, jika memang ada yang menyakiti kita, biarlah kita ikhlaskan karena hukum karma ternyata masih berlaku di dunia ini....artinya orang baik pasti ada balasannya dengan kebaikan, orang jahat pun sebaliknya....

13/04/10

ibu

hari ini mulai dari jam 3 sore hingga jam 7 malam aku berkutan dijalanan jogja
untuk sebuah tujuan yaitu mencari buku teori bahasa outomata karangan j.hofman, dan setelah selesai mendapatkan buku itu entah menagapa aku lewat xxi dan singgah di sebuah rumah makan cepat saji yang meniru perusahaan makanan cepat saji asing, setelah aku masuk dan mencoba antri untuk membeli tiba-tiba jantungku terhenyuh melihat seorang ibu dan ketiga anak nya dengan riang canda makan di tempat itu, jika aku lihat sepintas ibu itu seperti nya seorang guru dengan pakaian nya yang sederhana, dan hidup dengan sederhana pula.

entah mengapa aku teringat kembali kemasalalu ketika aku dan saudara laki-laki tertuaku di ajak oleh ibuku untuk makan diluar,aku tau dulu perekonomian keluargaku tak seenak hari ini karena ibuku adalah singel parent seorang janda anak dua yang ditinggal oleh suami nya yang lari ke wanita lain, jika aku melihat ibu itu aku jadi teringat ibuku karena ibu itu tidak ikut makan ataupun minum sama seperti ibuku dulu dia hanya melihat anak-anak nya yang makan dengan ceria nya. aku yakin ibu itu pasti lapar dan haus juga karena aku lihat bibir nya yang kering seperti menahan haus akan tetapi di mata nya yang ada hanya pancaran sinar yang lembut seperti memberikan kehangatan kepada anak-anak nya yang makan dengan lahap dan ceria.

aku jadi teringat ibuku dan aku merasa bodoh tolol mengapa aku tak menyisahkan sedikit makanan ataupun minuman untuk ibuku dulu, aku memang egois, rasa nya aku marah dan benci terhadap diriku rasa nya ingin ku ajak ibuku untuk makan direstoran yang dulu pernah kami singgahi dan membelikan semua isi restoran itu hanya untuk dia karena aku yakin aku sanggup untuk itu, aku mencoba telepon ibuku dan mengutarakan niatku tapi dia hanya tertawa melihat kebodohanku "aku belikan tiket ke jogja untuk ibu sekarang, dan ibu harus makan sepuas nya di KFC didekat sini bu, aku belikan semua nya untuk ibu SEMUANYA bu"

bu maafkan lah anakmu ini yang tak bisa membalas apa yang pernah ibu berikan tulus kepada anakmu ini. maaf ibu, walau aku bukan seorang usztad ataupun pendeta yang katanya dekat dengan tuhan tapi aku mencoba berdoa untuk ibuku tercinta supaya dia tidak susah lagi biarlah cobaan itu tak datanglagi dan biarkan ibuku hidup dengan tenang damai tanpa ada masalah yang berarti

sebuah lagu dari Iwan Fals - ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....




jogja,13 April 2010

09/04/10

1000 burung kertas untuk 1000 ketulusanmu

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran,
Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl,
menggantungkannya di dalam kamar Girl.
Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu.. Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua...

Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.
Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...
Ke Paris...Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu...
Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy,
kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa...
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya...
Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik.
Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan
bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!!

Setelah Girl pergi ke Perancis,
Boy bekerja keras...
dia pernah menjual koran...
menjadi karyawan sementara...
bisnis kecil...
setiap pekerjaan dikerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya,
akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.
Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl,
dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari... waktu hujan,
Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan.
Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl....
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang Boy tidak hanya mempunyai mobil pribadi,
tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri,
ia ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi,
dia sekarang adalah seorang Boss.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang
orang-tua tersebut.
Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,
tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,
Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.
Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.
Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,
Orang-tua Girl memberitahu Boy,
Girl tidak pergi ke Paris ,
Girl terserang kanker,
Girl pergi ke surga.
Girl ingin Boy menjadi orang,
mempunyai keluarga yang harmonis,
maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu.
Girl bilang dia sangat mengerti Boy,
dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.
Girl mengatakan...
kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya
dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.
Boy langsung berlutut,
berlutut di depan makam Girl,
menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,
membasahi sekujur tubuh Boy.
Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos,
Mengingat semua itu,
hatinya mulai meneteskan darah...
Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman,
mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka.

Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
"Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit... melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap...
hilang dan tak kan kembali...
menambah kerinduan di hatiku...
Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."