Tampilkan postingan dengan label karma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karma. Tampilkan semua postingan

23/12/10

DEMENTOR DI SEKITAR KITA

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tahu tentang Dementor.Buat yang ga tau, digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampai bisa jadi putus asa.

Ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi.Kalo di cerita Harry Potter, Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah kita di kantin, berdiri di belakang kita waktu ngantri loket, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan "BOSS".

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb, dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Jadi... Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor? Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak kita mengeluh, semakin kita benci sama diri sendiri. Semakin kita benci sama diri sendiri, kita semakin yakin bahwa diri kita nggak berguna. Semakin kita yakin diri kita nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor Sejak Dini

Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

  • Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya. Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya 'seru' dan 'hore' jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.
 Contoh:
"Eh si X baru beli HP lho!" kata seseorang."
"Oh ya, apa merknya?" sambut yang lain antusias."
"Sony Ericsson, kalo nggak salah"
Si Dementor akan ngomong : "Sony Ericsson?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor.
Nih Saya pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya...blablabla... mana harga jualnya cepet jatuh... blablabla... mau beli lagi nggak ada duit... blablabla... apa-apa sekarang mahal... blablabla... gaji nggak naik-naik..." Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, yaitu tadi: ngedrop.

  • Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya. Kalo mau dibilang sebagai 'bakat',  memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

 Contoh:
"Saya kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya... udah gitu keliatannya baik, lagi."
"Iya, Saya juga pernah ketemu. Dia juga setia lho..."
"Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu."
"Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?"
"...kalo tidur pasti ngorok kaya babi," kata sang Dementor merusak suasana.
  • Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.
 Contoh:
"Hai, Saya denger abis pindah rumah ya?"
"Iya nih, biasa... pinjeman dari kantor..."
"Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. Saya dong masih ngontrak mulu..."
"Oh..."
"Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas,gimana mau nabung buat beli rumah?"
"Ehm... tapi..."
"Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya... Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak..."
"Eh... permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?"
 

  • Dementor gemar mematikan semangat orang lain.Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan

 Contoh:
"Saya mau coba bisnis baru nih!"
"Bisnis apa?"
"Jualan baju anak-anak"
"Yahhh... hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di mall sebelah yang jualan baju udah segambreng?"
"....tapi koleksi Saya unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!"
"Alaaah... unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!"
"Euh... Saya juga berencana ngikutin perkembangan tren lho..."
"Emangnya lu kira gampang? Saya pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang..." dst dst dst.
 
Kiat Menghadapi Dementor

Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat kalian menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah pergi jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Singapore kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular!


Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut.
Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.


  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari Saya.
  •  Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil Saya.
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Saya nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak.
  • Saya nggak tau Saya ingin jadi apa.
  •  Saya benci sama kantor Saya, tapi kalo Saya resign nanti nggak ada kantor lain yang maunerima.
  •  Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat atasan, pasti.
  • Dari dulu memang Saya ditakdirkan apes.
  • Saya nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain.
  • Orang tua Saya asal-asalan nyekolahin Saya, makanya Saya jadi kaya gini sekarang.
  • Saya nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik.
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup Saya, sih.
  • Percuma Saya kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja.
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Saya boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo Saya stress.
  • Saya udah ketuaan untuk nyoba hal-hal baru.
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin Saya.
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran Saya, yang ada emak Saya nodong mulu buat beli beras.
  •  Kalo ada orang baik sama Saya, pasti ada maunya.
  • Boss muji Saya? Pasti dia salah orang.
  • "7 Habits"-nya Steen Coey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini.
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi Saya yang jelek begini.
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.


 Pesan Bagi Para Dementor

Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang.
Jadi, wahai para Dementors, sebenernya kalian adalah manusia sukses!!!

Karena untuk mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang itu nggak gampang, lho.

15/10/10

dendam dan memaafkan

Secara pribadi, saya mohon maaf atas salah dan dosa saya yang mungkin disengaja atau tidak, secara langsung atau pun tidak langsung, baik dari perkataan, maupun perbuatan. Mohon di maafkan yah...

Dalam kesempatan kali ini, Saya mau membahas pentingnya memaafkan dan meminta maaf.... namun kali ini dari sudut dendam yang membuat kita susah sekali untuk memaafkan.

Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan `bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan.

Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam?

Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu: perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan. Mari kita bahas, satu demi satu.

Pertama, perbuatan orang lain kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau. Misalnya dengan mengatakan; “Maaf Mas, kalau mau merokok jangan diruangan ber-AC seperti ini dong….” Apakah orang itu akan berhenti, atau pindah ketempat terbuka, atau memasabodohkan perkataan anda; itu diluar kuasa anda. Bahkan, sekalipun anda seorang atasan; anda hanya bisa mengatakan; “Optimalkan jam kerjamu.” Atau “Lakukan kegiatan ekstra untuk perusahaan.” Atau “Jangan terlambat masuk kerja.” Anda bisa melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka sendiri, tetapi dimata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain; anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi ‘will’ seseorang. Mengapa? Karena, ‘kehendak’ adalah hak setiap manusia. Dan seperti yang kita tahu; ada orang yang mampu mengarahkan kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang sebaliknya.

Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan ’sakit sekali hati ini’. Namun, bisakah anda menemukan dimanakah letaknya rasa sakit hati itu? Dibawa kerumahsakit pun tidak akan membantu anda menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa? Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan membawanya masuk kedalam hati kita. Seandainya kita tidak mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan merasakannya.

Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan tindakan orang lain; melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa; namun, anda tidak mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang- tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan- kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, dilingkungan anda terbentuk opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak, jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak seperti yang mereka katakan; maka itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada baik atau buruknya diri anda. So what?

Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat; kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti anda bunuh diri. Jadi, melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.
Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat; pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.

Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu satu hal penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi dendam; maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa; ‘kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam’. Oleh karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu, selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf; kita akan terbebas dari sesuatu yang kita sebut sebagai ’sakit hati’ itu. Kita juga bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini. Jadi, perlukan membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita?

Wahai Sohibku, ternyata begitu tersiksanya dan bahkan menyakitkan ketika kita punya dendam yang bisa merusakan seluruh tatanan hidup kita, mulai dari mental, spiritual bahkan fisik kita.... Hanya dengan memaafkan kita bisa mencapai kualitas jauh lebih baik yang bisa membebaskan diri kita dari amukan dendam yang bisa jadi mengambil masa depan kita ke arah yang sangat buruk.

Selamat membebaskan diri dari dendam, jika memang ada yang menyakiti kita, biarlah kita ikhlaskan karena hukum karma ternyata masih berlaku di dunia ini....artinya orang baik pasti ada balasannya dengan kebaikan, orang jahat pun sebaliknya....